Follow us

Wind 6 kt · window open

Block 14-N scanned 04:52

2.1 ha flagged for treatment

Balekambang

Pantai ikonik Malang Selatan dengan hamparan pasir luas dan panorama pulau karang yang menjadi lokasi Pura Amerta Jati. Suasananya cocok untuk menikmati pemandangan, berjalan di tepi pantai, dan menyaksikan matahari terbenam.

MALANG WEATHER

Galeri FOTO

Lihat lebih dalam keindahan Pantai Balekambang.

Klik pada masing-masing foto untuk memperbesar ukuran yang lebih detail dengan resolusi lebih tinggi.

Lokasi Pantai

INFORMASI

Tentang Wisata Pantai.

Pantai Balekambang adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudra Indonesia secara administratif masuk wilayah Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan merupakan salah satu wisata di Kabupaten Malang sejak 1985 hingga kini. Pantai ini berjarak sekitar 65 km dari pusat Kota Malang dan dapat ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Daya tarik Balekambang adalah panorama alam, ombak yang tinggi, dan pasir pantai putih. Area pasir putih cukup luas sehingga pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas seperti bermain di tepi pantai, piknik, hingga berolahraga. Selain itu, terdapat tiga pulau kecil yang berdekatan dengan pantai, yaitu Pulau Ismoyo, Pulau Anoman, dan Pulau Wisanggeni, yang menambah daya tarik visual Pantai Balekambang. Yang paling ikonik adalah keberadaan Pura Amertha Jati yang berdiri megah di atas Pulau Ismoyo, terhubung dengan jembatan sepanjang kurang lebih 70 meter dari bibir pantai. Pura ini sering disebut sebagai “Tanah Lot-nya Jawa Timur” karena kemiripannya dengan Pura Tanah Lot di Bali. Ritual keagamaan seperti upacara Suroan dan Melasti sering diadakan di pura ini, menarik wisatawan dan umat Hindu dari berbagai daerah.

Sejarah

Pantai Balekambang dikabarkan pertama kali dibuka oleh Syaikh Abdul Jalil dari Yogyakarta. Pantai ini mulai berkembang dan disinggahi masyarakat luas tahun 1978, setelah adanya pembukaan akses jalan yang dilakukan Kades Srigonco Tukiran. Nama Balekambang kian dikenal setelah secara resmi dibuka sebagai salah satu tempat wisata oleh Bupati Malang, Eddy Slamet pada 1983. Saat itu, jalannya masih berupa jalan makadam. Pantai ini diresmikan pula sebagai tempat perkemahan pramuka Kabupaten Malang.

Fasilitas

Pantai Balekambang terus berbenah, sejumlah fasilitas tambahan disediakan pengelola, salah satunya flying fox. Permainan ini dilaunching sejak Agustus 2012, tetapi flying fox ini hanya buka setiap Sabtu-Minggu. Selain flying fox, permainan untuk anak-anak juga menjadi daya tarik. Beragam varian mainan seperti ayunan, patung hewan lengkap tersedia. Bahkan tak lama lagi akan disediakan persewaan ATV.

Di sekitar Pantai Balekambang juga sudah tersedia penginapan untuk para pengunjung. Pertama yaitu di penginapan Bamboo terdapat 8 kamar yang dibanderol Rp150.000 perharinya. Sedangkan yang terbaru adalah Hotel Wibisana sebanyak 10 kamar, yang kualitasnya lebih baik dibanding penginapan Bamboo. Kamar baru ini kelasnya dibandrol dengan tarif Rp250.000 per hari. Untuk kategori Large bisa menampung hingga enam orang dengan didukung fasilitas kamar mandi dan listrik. Dua jenis tipe penginapan ini memiliki fasilitas yang memadai dan seluruhnya menyuguhkan pemandangan langsung pantai dan laut lepas. Bahkan tak jarang di pantai ini menjadi tempat latihan sejumlah klub sepak bola seperti Arema dan Persema.

Rute & Akses
  • Jalur 1: Malang Kota – Kepanjen – Pagak – Bantur – Balekambang
  • Jalur 2: Terminal Arjosari – Pasar Gadang – Gondang legi – Bantur – Balekambang

Saat ini, akses menuju Pantai Balekambang semakin mudah dan nyaman, meski di kawasan Jurang Mayit jalannya cukup ekstrem karena tanjakan yang menikung tajam. Namun, jalannya sudah beraspal mulus dan hanya butuh waktu sekitar 2-3 jam dari Kota Malang dan sekitar 30 menit dari kota kecamatan Bantur ke Balekambang. Dari Kota Malang tersedia bus Damri yang beroperasi setiap hari untuk pengunjung pantai. Rutenya dari Pool Damri Malang, Terminal Hamid Rusdi, Pantai Sendang Biru, dan Pantai Balekambang pulang-pergi. Selain itu, status jalan dari Gondanglegi ke pantai Balekambang akan dinaikkan menjadi jalan nasional sehingga aksesnya semakin mudah dan jalannya akan diperlebar.

Wisata Alam

Pantai Balekambang memiliki daya tarik hamparan pasir putih yang luas, ombak yang tinggi, dan pantai berbatu karang. Gugusan karang di Balekambang diperkirakan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 200 meter. Terdapat 3 pulau yang lokasinya berdekatan dengan Pantai Balekambang, yakni Pulau Ismoyo, Wisanggeni, dan Anoman. Menurut legenda penduduk sekitar, Pulau Ismoyo adalah tempat pertapaan Semar atau Ismoyo, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa. Begitu pula dengan penamaan Pulau Wisanggeni dan Pulau Anoman yang berasal dari tokoh pewayangan. Ketiga pulau tersebut terhubung dengan pantai melalui jembatan.

Wisata Religi

Pengunjung yang beragama Hindu maupun Islam dapat mengunjungi pantai ini untuk beribadah. Pada hari-hari tertentu, ribuan pengunjung datang ke pantai ini untuk melakukan ritual. Bagi umat Islam, mereka menjalani ritual dengan berziarah ke makam Syaikh Abdul Jalil, orang pertama yang membabat Pantai Balekambang. Asal-usul Syaikh Abdul Jalil dikabarkan berasal dari Yogyakarta. Dia adalah seorang keluarga ningrat yang memiliki ilmu agama cukup tinggi sehingga pengaruhnya di masyarakat begitu kuat. Apalagi Syaikh Abdul Jalil termasuk orang yang tidak mau kompromi kepada penjajah Belanda sehingga Belanda menjadikannya sebagai orang yang harus disingkirkan. Pada bulan Muharam atau Suro dan tanggal 1 Syakban, banyak peziarah yang mengunjungi makamnya yang terpencil di tepi Kali Berek, jaraknya sekitar 1 km sebelum masuk Pantai Balekambang dari arah Bantur. Di area pantai juga terdapat pulau kecil yang dinamakan Pulau Ampel. Konon, pulau ini menjadi lokasi penyebaran Islam oleh Wali Sanga, terutama oleh Sunan Ampel yang pertama kali datang ke pulau tersebut.

Selain umat Islam, umat Hindu pun menjadikan pantai ini sebagai tempat ibadah pada hari besar keagamaan. Di Pulau Ismoyo terdapat Pura Amarta Jati yang konon dibangun oleh seorang pemeluk Hindu Bali pada 1983 dan selesai pada 1985-1986. Sejak saat itu, pura ini dikunjungi oleh pemeluk Hindu Bali untuk melakukan ritual keagamaan pada hari raya Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Pada hari raya Nyepi, lokasinya di Pura Amarta Jati yang berada di Pulau Ismoyo. Pulau ini menjorok masuk dari bibir pantai sekitar 70 meter yang dihubungkan dengan jembatan. Keberadaan pura ini bagai magnet tersendiri bagi Pantai Balekambang. Tradisi Nyepi dengan menggelar ritual keagamaan Hindu selalu dinantikan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asing.

Pantai Terdekat

Pantai Kondang Merak

Pantai Banyu Meneng

Pantai Kondang Iwak

SEGERA DAPATKAN

Jadwal Kunjungan